BEI Berlakukan Penghitungan Baru Indeks LQ45 Mulai Februari 2019





Manajemen PT Bursa Efek Indonesia (BEI) mengubah metodelogi indeks LQ45 dan IDX 30 dengan menggunakan free float.

Penggunaan free float ini sebagai penyesuaian atas kapitalisasi pasar yang digunakan dalam penghitungan indeks LQ45 dan IDX30 yang sebelumnya memakai metode rata-rata tertimbang atas kapitalisasi pasar. Metode tersebut menggunakan seluruh saham tercatat sebagai bobot penghitungan indeks harga saham.

Penerapan perubahan metodelogi indeks LQ45 tersebut dilakukan bertahap dan dimulai 1 Februari 2019 dan berakhir 1 Agustus 2019.

Pada surat edaran BEI mengenai perubahan metodelogi indeks LQ45 dan IDX30 itu dilakukan untuk menggambarkan kondisi pasar yang sesungguhnya.

Sebelumnya metode yang digunakan dengan metode rata-rata tertimbang atau market capitalization weighting dengan metode menggunakan seluruh saham tercatat sebagai bobot penghitungan indeks harga saham. Namun, tidak seluruh saham tercatat itu diperdagangkan.

Adapun definisi free float yang akan diterapkan dalam penghitungan indeks LQ45 dan IDX30 dengan total saham scriptless yang dimiliki investor dengan kepemilikan saham kurang dari lima persen. Hal itu berdasarkan data dari PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI).

Sedangkan rasio free float suatu saham adalah jumlah saham free float relatif terhadap total saham tercatat. Jadi penghitungan indeks tersebut dengan kapitalisasi pasar dikalikan rasio free float kemudian dibagi dengan total kapitalisasi pasar.

"Selain itu, untuk mengurangi dominasi suatu saham dalam penghitungan indeks, maka akan dilakukan pembatasan bobot (copping) suatu saham dalam indeks paling tinggi 15 persen pada saat evaluasi," tulis pengumuman BEI, seperti dikutip pada Sabtu (24/11/2018).

BEI pun akan melakukan evaluasi indeks LQ45 dan IDX30 setiap tiga bulan. Apabila terdapat perubahan rasio free float dan terjadi aksi korporasi yang sebabkan perubahan kapitalisasi pasar free float pada satu saham secara kumulatif di atas 10 persen, akan dilakukan evaluasi insidental yang diumumkan paling lambat lima hari bursa sebelum efektif.

Sebelumnya, PT Bursa Efek Indonesia (BEI) akan menerapkan penyesuaian metode baru untuk perhitungan indeks terkait minimal jumlah saham emiten yang beredar (free float adjusted indeks) terhadap kapitalisasi pasar.

Direktur Perdagangan dan Pengaturan Anggota Bursa BEI Laksono Widodo mengatakan, definisi yang BEI gunakan untuk penerapan free float antara lain seperti jumlah saham free float relatif terhadap total saham tercatat. Sedangkan free float ialah total saham scripless yang dimiliki investor dengan kepemilikan kurang dari 5 persen.

Ia menambahkan, dengan penyesuaian sistem free float akan terjadi penyesuaian (adjustment) dari saham-saham yang telah ada dalam indeks LQ45 dan IDX30.

Adapun tujuan penerapan free float, lanjut dia, bertujuan untuk memberikan gambaran riil nilai saham yang dapat diperoleh investor. Itu dengan mengecualikan nilai saham yang dimiliki oleh pemegang saham pengendali atau strategis.

"Tujuannya karena fairness, di semua industri ada free float adjusted. Kalau perusahaan market cap-nya besar tapi free float-nya kecil, kan kasian aset manager karena tidak ada barang," kata dia.

"Perusahaannya besar tapi saham yang tersedia kecil. Akibatnya terjadi valuasi yang bisa naik karena mengejar barang yang sama. Fairness," tambah dia.

Ia melanjutkan, saham-saham dalam indeks LQ45 dan IDX30 akan kembali dilakukan penghitungan ulang berdasarkan jumlah saham beredarnya dan dari sisi likuiditas serta fundamental perusahaannya.

Laksono menargetkan, penerapan free float pada perhitungan indeks LQ45 dan IDX30 akan direalisasikan pada semester satu 2019 yakni pada Februari 2019.

"Awal februari dengan masa adjusment. Tapi tidak immediately kita berikan karena biar ada penyesuaian waktu juva supaya tidak terlalu kaget," tandasnya.

Sumber: www.liputan6.com/bisnis
Share on Google Plus

About Massaputro Delly TP.

Hanya seorang yang terus belajar dan belajar. Lebih lengkap dapat lihat blog-blog berikut: www.raddien.com, wirapati.raddien.com. Terima kasih.
    Blogger Comment
    Facebook Comment

0 komentar:

Posting Komentar