Sabtu, 23 Juli 2011

Mengikuti Trend, Trend adalah Teman anda

FOLLOW TREND

Jadikan tren sebagai kompas penunjuk arah saat anda berselancar di bursa saham! Pada dasarnya, tren memiliki pola tertentu yang teratur dan berulang. Apakah itu tren naik (uptrend), turun (downtrend), atau mendatar (sideways). Secara alamiah, fluktuasi harga mengikuti hukum supply dan demand. Harga bergerak naik jika permintaan meningkat, sebaliknya harga bergerak turun jika tekanan jual lebih besar.


MENGIKUTI PEMAIN KAKAP

Dibanding bursa global, nilai perdagangan bursa saham Indonesia ibarat cicak dan buaya. Rata-rata transaksi harian ISHG berkisar tiga sampai lima triliun rupiah, bandingkan dengan Dow Jones yang mencapai seribu kali lebih besar. Namun, sebagai emerging market, bursa Indonesia sangat menarik dan atraktif bagi pemain asing sebagai alternatif investasi pada saat ekonomi negara maju mulai jenuh.

Masuknya arus investasi asing, memberi gairah bagi perkembangan bursa Indonesia. Sejauh ini pemain asing berperan sebagai market mover (penggerak pasar) terhadap fluktuasi harga saham. Sedangkan pemain lokal mulai tumbuh menggeliat dan ikut menangkap peluang pasar sebagai follower (pengikut).

Aksi pemain asing mampu mendorong secara signifikan penguatan atau pelemahan IHSG. Volume transaksi yang besar dan masif antar sekuritas asing biasanya berhasil membentuk pola harga baru. Aksi ini terjadi berdasarkan masukan para analis mereka yang memiliki pengendusan tajam dengan barbagai alat analisis, kemudian dilanjutkan morning meeting antar pemain kakap untuk melakukan aksi bersamaan.

Dengan analisis teknikal, investor kecil dapat memperkirakan kemana arah dan gairah pemain besar akan berlanjut. Biasanya investor kecil selalu terlambat masuk karena harga keburu bergerak. Namun, masih bisa menikmati profit karena ketika pemain asing masuk akan diikuti oleh pasar dan harga saham akan bergerak bullish. Saat inilah strategi buy high sell higher, atau averaging up dapat diterapkan.


ISU DALAM NEGERI

Bursa saham sangat sensitif terhadap berbagai peristiwa politik, ekonomi, pemilu, serangan terorisme, bahkan isu pemberantasan korupsi. Sebagai contoh, kasus perseteruan KPK versus Kepolisian yang disiarkan langsung oleh TV, telah membuka borok praktik hukum acara di Indonesia yang dikuasai oleh markus (makelar kasus). Kejadian ini berhasil mempertebal ketidakpastian pasar terhadap iklim investasi dan terus melanjutkan pelemahan harga saham. Pasar berangsur pulih setelah ada kepastian penyelesaian kasus tersebut.

Kejadian yang paling terasa yaitu berbagai peristiwa peledakan bom seperti bom BEJ, bom Bali 1 dan 2, bom Kuningan, dan bom Marriot yang mengakibatkan panic selling. Bahkan investor tidak sempat menjual sahamnya di harga lebih murah sekalipun. Panic selling membuat investor stres karena rugi.


FAKTOR TEKNIKAL

Indikator ataupun Grafik pergerakan harga dari suatu saham dapat membentuk suatu pola analisa tertentu, yang dimana faktor ini dapat pula digunakan sebagai acuan dari arah Trend tersebut.

0 komentar:

Posting Komentar