Sabtu, 23 Juli 2011

Mencicil Saham

Tidak semua investor kecil memiliki kemampuan finansial yang seragam untuk bisa memiliki saham yang ditawarkan perusahaan. Banyak investor kecil yang ingin berpartisipasi namun terbentur dengan kata “Kantong Tipis”. Seperti mencicil rumah, anda juga bisa mencicil saham. Terlalu lama menunggu angka ratusan juta atau miliaran untuk menjadi investor sejati.

Anda bisa berinvestasi reksadana dan tidak perlu repot-repot menganalisis karena ada fund manager yang akan mengatur portofolio anda. Namun bila anda ingin menjadi fund manager bagi diri anda sendiri, why not? Toh itu uang anda sendiri. Bedanya, anda harus menyediakan waktu lebih banyak saja. Sebenarnya semakin anda paham, anda akan semakin percaya diri.

Strategi mencicil saham sangat efektif untuk menyiasati fluktuasi harga saham. Tidak peduli barapapun harga saham, ketika anda memiliki uang lebih untuk membeli saham yang sama (diversifikasi atas waktu), harga saham anda akan terus tumbuh secara rata-rata.


Tip Mencicil Saham:

  1. Pilih sebuah saham big caps yang memiliki fundamental kuat, rajin membagi deviden, dan memiliki tren pertumbuhan harga tahunan tinggi secara konsisten. Misalnya saham Aneka Tambang (ANTM), Adaro (ADRO), Tambang Bukit Asam (PTBA), Indofood (INDF), Telkom (TLKM), Bank Mandiri (BMRI), Bank BCA (BBCA), Holcom (SMCB), dan lainnya.
  2. Bila anda memiliki pemasukan rutin bulanan, setelah urusan dapur, cicilan, asuransi, biaya sekolah anak dan kebutuhan rutin lain sudah terjawab. Selebihnya adalah dana nganggur yang bisa anda gunakan membeli saham yang anda minati secara konsisten pada harga berapapun. Karena ada faktor averaging (rata-rata), maka anda tidak kuatir dengan harga murah atau mahal sebab perusahaan memiliki uptrend yang kuat.

Sebagai contoh, setiap bulan anda membeli sebuah saham big caps yang sama sebanyak 1 lot (1 lot = 500 lembar saham).

Ilustrasinya:

(Januari Rp 1000, Februari Rp 1100, Maret Rp 1200, April Rp 1300, Mei Rp 1200, Juni Ro 1300, Juli Rp 1400, Agustus Rp 1500, September Rp 1400, Oktober Rp 1600, November Rp 1800, Desember Rp 2000).

Maka harga rata-rata adalah Rp 1400. Artinya jika anda melepas saham tersebut ketika harga saham tersebut Rp 2000, maka return yang anda peroleh adalah (Rp 2000 – Rp 1400) / Rp 1400 x 100% = sebesar 42,8 persen.

Jika mungkin, simpanlah selama mungkin saham yang anda cicil.

Sebagai contoh, yang paling menarik adalah betapa bahagianya para pemegang saham Aqua Missisippi (AQUA), saat IPO dibeli cuma seharga seribu perak, sekarang dihargai Rp 300.000 per lembar saham. Bahkan pihak manajemen ingin buy back saham beredar AQUA dengan harga fantastis di atas Rp 600.000, namun pemegang saham menawar ingin lebih tinggi lagi sampai sejuta rupiah per lembar saham. Apa sih yang gak mungkin membuat anda menjadi lebih kaya? Silahkan dipikirkan mengenai strategi Mencicil Saham ini…

0 komentar:

Poskan Komentar