Sabtu, 23 Juli 2011

Diversifikasi Portofolio itu Penting untuk dilakukan

DIVERSIFIKASI PORTOFOLIO

“Taruh semua telur anda dalam satu keranjang dan jaga keranjang itu baik-baik”, kata Andre Carneige seabad lalu. Seiring pengalaman pahit yang menguras kekayaan investor, ungkapan tersebut mulai bergeser dan semakin diyakini di lautan ketidakpastian pasar modal. “Don’t put all your eggs in one basket, separate it!” begitulah perumpamaan diversifikasi. Investasi apapun pasti memiliki resiko dengan relatifitas besar kecil resiko yang bisa ditoleransi.

Bagaimana caranya agar telur aman? Selain tempatnya harus empuk, telur juga harus terpisah. Lebih syukur lagi kalau telur itu menetas!

Ada beberapa diversifikasi yang perlu anda ketahui, menyebar resiko menjadi kunci sukses dalam berinvestasi saham:

DIVERSIFIKASI SAHAM

Anda bisa mengkoleksi beberapa saham big caps penggerak pasar dari sektor yang berbeda. Membeli beberapa jenis saham untuk setiap pembangunan, telekomunikasi, utilitas, industri, perbankan, dan infrastruktur. Anda selalu memiliki probabilitas untuk mendapatkan kesempatan lebih sering untung ketika terjadi bullish pada sektor-sektor tertentu. Karena anda telah mengunci beberapa saham unggulan yang kenaikannya biasanya bergantian. Sebaliknya, terlalu besar taruhannya apabila anda memborong beberapa saham pada sektor yang sama. Ketika kondisi pasar lagi bearish maka dipastikan seluruh saham tersebut akan terkoreksi pula.

DIVERSIFIKASI DI INSTRUMEN BERBEDA

Dalam kondisi crash atau krisis bisa dipastikan seluruh harga saham akan turun. Anda bisa menyebar portofolio anda pada berbagai instrumen selain saham seperti obligasi, emas, properti, reksadana, deposito, dan lain-lain untuk mengantisipasi kemungkinan terburuk yang bisa terjadi sewaktu-waktu.

DIVERSIFIKASI WAKTU

Bagi anda yang memiliki keterbatasan modal, anda dapat mengkoleksi suatu saham berdasarkan rentang waktu tertentu. Misalnya, anda seorang karyawan yang memiliki penghasilan tetap bulanan, dan menyisihkan sebagian dana tersebut guna membeli saham tertentu. Berapapun harganya tidak masalah bagi anda karena anda mengkoleksi investasi untuk jangka panjang. Inilah yang disebut averaging up.

0 komentar:

Posting Komentar