Sabtu, 23 Juli 2011

Cara Bijak Berinvestasi Saham

Seorang investor yang bijak biasanya memiliki beberapa kebiasaan sebagai berikut.

  1. Abaikan saja berita pagi! Mengapa? "What appears in newspapers is often new but seldom true." Begitu kata Patrick Kavanagh (1905–67), penyair dan penulis Irlandia (1967). Namun, agar Anda tak sampai ketinggalan informasi, coba luangkan waktu senja, perhatikan laporan tentang situasi bursa saham hari itu. Peganglah beberapa kata kunci yang dilukiskan media massa tengan kejadian di bursa saham sepanjang hari itu. Misalnya, ungkapan tentang situasi bursa secara umum atau harga saham tertentu yang ‘menguat’ atau sebaliknya ‘merosot.’ Atau laporan tentang kinerja fundamental emiten tertentu, atau peristiwa tertentu dalam perusahaan yang berdampak besar pada kinerjanya, Catat pula perkembangan social politik yang punya dampak besar bagi kegiatan ekonomi dan bisnis. Itu saja. Tapi, janganlah pula terlalu larut dalam berita-berita pers itu.
  2. Kala kinerja sahammu melemah, ingatlah kapan saham-sahammu mencapai posisi terbaik. Tentu saja, cara terbaik untuk melihat tren tersebut ialah dengan membuat catatan tentang perkembangan sahammu. Jadi, ikuti terus tren harga sahammu!
  3. Perhatikan seluruh holding, dan awasi perkembangannya seakan-akan seluruh aham holding merupakan portfolio investasi Anda. Investor yang bijak tak boleh memusatkan perhatiannya hanya pada saham yang dipegangnya, tapi saham dari seluruh holding company. Sebab pergerakan pada holding sudah pasti mempengaruhi kinerja sahammu.
  4. Berekspektasilah lebih rendah dari sesuatu yang sempurna! Jangan sampai Anda membuat ekspetasi yang tak realistik pada perusahaan yang menjadi lahan investasi Anda.
  5. Lekaslah bayar pajak setelah meraup gain! Jangan menunda sampai akhirya harga sahammu jatuh dan anda mengalami rugi. Jika Anda menunda-nunda pajak, Anda bisa tekor lebih besar lagi.
  6. Diversikasi tak berarti Anda memegang 100 jenis saham sekaligus. Lebih baik melakukan diversikasi pada beberapa sector daripada melakukan diversikasi dengan membeli banyak saham. Ingat falsafah ‘sapu lidi’ Lebih mudah mematahkan satu batang lidi, dari pada mematahkan lidi-lidi yang terikat menjadi sebuah sapu. Jadi, jangan memegang saham secara perusahaan, tapi kuasailah saham secara sektoral. Berdasarkan filosofi seperti itu, maka lebih bijak bila Anda menggunakan jasa fund manager yang punya reputasi tinggi.
  7. Belajarlah menjadi seorang filosof! Jangan pernah menelan bulat-bulat semua data atau laporan keuangan perusahaan. Berusahalah mencari tahu mengapa data atau kinerja keuangan perusahaan demikian adanya?
  8. Ingat, tak ada lahan investasi yang menjanjikan keuntungan dari pada pasar modal! Anda pasti meraih gain, jika Anda mengivestasikan uang Anda pada saham yang berkualitas.
  9. Beli dengan harga murah, dan jualah pada harga bergerak naik!
  10. “When in doubt, don't. Don't buy, don't sell, don't do anything.” Ya, jangan pernah merasa tak sabar dengan waktu. Biarkan waktu mengalir. Sebab dalam keragu-raguan atau pun kenikan besar kemungkinan Anda mengambil keputusan yang keliru.
  11. Faktor fundamental penting, tapi itu bukanlah faktor penentu satu-satunya. Faktor-faktor sentimen lebih penting jika Anda mengail ‘gain’ untuk ‘short term’.
  12. Jadikan aksi investasi sebagai kegiatan yang menyenangkan! Investing should be fun! Jika Anda overly-invested, maka Anda tak merasakan nikmatnya bermain saham. Tapi, jangan sekali-kali melihat bursa saham sebagai arena gambling, sekali pun punya risiko yang hampir sama. Ada orang yang menjadikan bursa saham sebagai mata pencahariannya. Tapi, ingat itu tidak lazim. Lebih baik Anda menjadi seorang yang goal oriented.
  13. Set a stop-loss and a selling price before you buy, and stick to it. Prinsip ini akan membuat Anda lebih bisa menahan diri dan lebih waspada dengan potensi kerugian.
Begitulah peraaan, cara berpikir dan pola tindak dari investor yang bijaksana! Enjoy!


Sumber: pasarmodal.blogspot.com

0 komentar:

Poskan Komentar