Rabu, 24 Agustus 2016

Bank Banten Buka 165 Kantor Cabang di Berbagai Daerah

Kantor Cabang Pembantu (KCP) Bank Pundi yang kini berubah nama menjadi Bank Banten akan bertambah dengan segera dibukanya KCP di delapan kabupaten dan Kota di Provinsi Banten.

"Cabang kita ada 165, meski di Banten tidak terlalu banyak. Tapi kita fokus di delapan kabupaten dan kota, itu syarat mutlak. Fokusnya sekarang Bank Banten harus besar di Banten dulu," kata Rano Karno, Gubernur Banten, di Kota Serang, Selasa (9/8/2016).

Di mana, pembukaan KCP Bank Banten diperkirakan akan segera dilaksanakan setelah acara launching bank tersebut, "Sudah berjalan akuisisinya, sudah bisa berubah nama jadi Bank Banten. Soft launching saya pengennya pas HUT Banten 04 Oktober, tapi operasional bank harus berjalan. Jadi kita bikin saja open launching. Kita lihat nanti," terangnya.

Seiring akuisisi Bank Pundi oleh Pemprov Banten, maka kantor pusat yang sebelumnya berada di Jakarta akan segera beralih ke Kota Serang sebagai Ibu Kota Provinsi, "Karena kantor pusat harus pindah ke Banten. Tapi tidak bisa dipindah secara langsung," jelasnya.

Bang Doel menjelaskan bahwa badan usaha bernama bank harus lah memiliki modal yang cukup besar. Sehingga simpanan keuangan daerah yang berada di Bank BJB akan segera dipindah ke Bank Banten yang nilainya diperkirakan mencapai lebih dari Rp 1 Triliun.

"Saya lapor ke OJK soal modal, mereka sudah tahu modal yang di setor total Rp 950 miliar. Kita punya share saham dari BJB ada Rp 130 miliar. Ada dividen sekitar Rp 300 miliar sekian, ada deposito Rp1 triliun sekian. Kapan dipindah? Gubernur punya kuasa. Peralihan kasda (kas daerah) harus ada SK Gubernur ketika semua sistem sudah siap," pungkasnya

Sumber: okezone.com
Foto: liputan6.com

November, BPD Banten gelar rights issue

PT Bank Pembangunan Daerah Banten Tbk atau BPD Banten akan melakukan Penawaran Umum Terbatas (PUT V) atau rights issue pada medio November 2016.

Mengutip keterbukaan perusahaan ke Bursa Efek Indonesia, Senin (22/8), Bank Banten akan terlebih dahulu menggelar RUPSLB pada 28 September 2016 sebelum menggelar hajatan rights issue.

Tercatat periode cum date rights issue di pasar reguler dan negosiasi akan dilakukan pada 18 November 2016. Sedangkan, tanggal perdagangan rights issue rencananya pada 25 November sampai 2 Desember 2016.

Maximianus Puguh Djiwanto, Direktur Bank Pundi mengatakan, dalam PUT V nantinya, hanya Banten Global Development (BGD) yang akan ikut serta. “Jumlah dana yang dibidik akan dimumkan pada pengumuman berikutnya,” ujar Maxi kepada KONTAN, Senin, (22/8).

Hajatan PUT V ini bertujuan agar BGD sebagai perwakilan Pemprov Banten bisa masuk sebagai pemegang saham mayoritas Bank Banten. Rencananya agar BGD masuk sebagai 51% saham di Bank Banten, harus ada 17 miliar saham yang diterbitkan perusahaan pada PUT V ini.

Maxi juga belum mau merinci harga pelaksanaan PUT V. Yang jelas, dalam pelaksanaan PUT IV yang sedang berlangsung, Bank Banten mematok harga pelaksanaan di Rp 18,35 per saham.

Setelah PUT IV dilakukan terjadi peningkatan modal dasar Bank Banten sebesar Rp 5 triliun dan modal ditempatkan dan disetor maksimal adalah Rp 649 miliar. Sebagai informasi pada PUT IV Bank Banten menerbitkan sebanyak 35,4 miliar saham. 

Sumber: kontan.co.id

Rights Issue Lagi, Saham BPD Banten (BEKS) Jeblok

Menjelang rights issue tahap V, saham PT Bank Pembangunan Daerah Banten Tbk. (BEKS), yang sebelumnya bernama PT Bank Pundi Indonesia Tbk., jeblok.

Pada perdagangan Selasa (23/8/2016), saham BEKS merosot 9,88% sebesar 8 poin ke level Rp73 per lembar. Sepanjang hari ini, saham BEKS diperdagangkan pada level Rp73 per lembar hingga Rp84 per lembar.

Saham BEKS dibuka di level Rp81 per lembar dengan transaksi hari ini sebanyak 941,5 juta lembar. Padahal, selama 52 pekan terakhir, saham BEKS sempat menyentuh level tertinggi Rp121 per lembar dengan level terendah Rp18,2 per lembar.

Total return saham BEKS dalam setahun terakhir mencapai 246,47% dan 279,16% sejak awal tahun. Kapitalisasi pasar saham BEKS mencapai Rp3,35 triliun.

Memang, manajemen PT BPD Banten Tbk. mengumumkan aksi penerbitan saham baru dengan memberikan hak memesan efek terlebih dahulu (HMETD). Bank yang sebelumnya bernama Bank Pundi itu kembali menggelar penawaran umum terbatas V (PUT) dengan rights issue setelah belum lama ini menggelar aksi PUT IV.

Berdasarkan prospektus ringkas yang diterbitkan perseroan, Senin (22/8/2016), disebutkan PUT V dilakukan dengan HMETD. Perseroan belum menyebutkan jumlah saham dan target perolehan dana hasil rights issue tersebut.

Rencana rights issue akan meminta restu dalam rapat umum pemegang saham luar biasa (RUPSLB) pada Rabu (28/9). Dana hasil rights issue akan digunakan untuk ekspansi kredit dan transaksi material.

Ditargetkan, rights issue akan mendapatkan pernyataan efektif dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) pada 11 November 2016. Kemudian, pencatatan saham hasil HMETD di PT Bursa Efek Indonesia akan dilakukan pada 25 November 2016.

Emiten yang kini dimiliki oleh Provinsi Banten itu baru saja menggelar PUT IV dengan perolehan dana Rp649,89 miliar. Pemegang saham pengendali Bank Pundi sebelumnya adalah PT Recapital Securities milik Grup Saratoga.

Recapital Securities membuat perjanjian dengan PT Banten Global Development milik Provinsi Banten. Recapital tidak akan menyerap rights issue BEKS dan mengalihkan haknya kepada BGD dan PT MNC Kapital Indonesia Tbk. (BCAP).

Sumber: bisnis.com

Jumat, 10 Juni 2016

Cara Mengecek Harga Saham di Yahoo Finance

Ilmu baru selalu di dapat tatkal searching di internet. Ilmu baru tersebut adalah bagaimana mengecek harga saham di yahoo finance secara realtime dan online. Ilmu ini didapat setelah membuka situs howmoneyindonesia.com.

Mau tau caranya, klik saja disini.

Online Trading Terbaik Tahun 2015 Versi BeritaSatu.com

 Selama lima tahun terakhir, layanan online trading semakin berkembang di Indonesia. Ada 63 perusahaan efek yang saat ini memiliki layanan online trading dari 116 perusahaan yang tercatat di Bursa Efek Indonesia (BEI) sampai Oktober 2014. Layanan online trading dibuat untuk mempermudah akses pemodal dalam bertransaksi saham.

Melalui layanan online trading, kendala lokasi dan kesulitan pengembangan jaringan perusahaan efek bisa teratasi. Saat ini, online trading bisa diakses melalui desktop, laptop, tablet, atau smartphone.

Melalui layanan online trading, jual-beli saham bisa dilakukan di mana pun, asal pemodal terhubung dengan internet. Untuk memacu perkembangan layanan online trading, Majalah Investor bersamaBeritasatu.com kembali menganugerahkan penghargaan bagi web online trading terbaik yang dikembangkan perusahaan sekuritas.

Pemberian penghargaan ini sekaligus untuk memperkenalkan layanan ini kepada masyarakat agar semakin banyak yang tertarik berinvestasi saham. Ajang yang digelar setiap tahun ini bertujuan untuk merangsang perusahaan efek menyediakan layanan online trading dan memacu transaksi online dengan harapan mendorong peningkatan jumlah investor secara signifikan. 

Berikut Pemenang Online Trading Terbaik Tahun 2015 Versi BeritaSatu.com, yaitu:
  • Indo Premier
  • Henan Putihrai
  • Phillip Securities
Sedangkan "Special Awards" diperoleh oleh:
  • Most Innovative : Henan Putihrai
  • Best Social Activation : Phillip Securities
  • Potential Contender : Panin Sekuritas

Untuk Online Trading Favorit Pilihan pembaca Majalah Investor dan Beritasatu.com adalah:
  • Indo Premier Securities
  • Samuel Sekuritas Indonesia
  • Danareksa sekuritas
Sumber: Beritasatu.com

13 Perusahaan Terbaik di Bursa Efek Indonesia 2015

Sejumlah perusahaan yang terdaftar di bursa saham Indonesia (emiten) mendapat penghargaan sebagai yang terbaik di masing-masing sektor usaha. Penghargaan bertajuk Investor Award 2015 ini diberikan oleh  Majalah Investor (12/5) setelah melalui penjurian dan penilaian ketat untuk memilih yan gterbaik dari sekitar 507 emiten.

Adapun peraih Investor Award 2015 adalah sebagai berikut:
  •     Sektor Pertanian & Peternakan: PT Dharma Satya Nusantara Tbk,
  •     Sektor Aneka Industri: PT Berlina Tbk,
  •     Sekor tekstil dan garmen: PT Sri Rejeki Isman Tbk,
  •     Sektor Infrastruktur: PT Telekomunikasi Indonesia Tbk
  •     Sektor Perdagangan & Jasa: PT Tiphone Mobile Indonesia Tbk,
  •     Sektor Industri Dasar dan Primer: PT Samindo Resources Tbk,
  •     Sektor Makanan & Minuman: PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk
  •     Sektor Rokok, Farmasi, dan Keperluan Rumah Tangga: PT Unilever Indonesia Tbk,
  •     Bidang usaha investasi: PT Panin Financial Tbk,
  •     Sektor Perbankan: PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk,
  •     Industri Reksa Dana dan Sekurtitas: PT Kresna Graha Sekurindo Tbk,
  •     Sektor Properti & Konstruksi: PT Lippo Karawaci Tbk, dan
  •     Serta sektor elektronika: PT Multipolar Technology Tbk.

Investor Award tahun ini tidak memberikan penghargaan kepada empat sektor usaha yaitu bidang usaha Pembiayaan atau Multifinance, Industri Logam dan Kabel, Kehutanan, serta Asuransi. Dewan Juri melihat perusahaan-perusahaan yang berada di sektor tersebut justru memiliki kinerja keuangan negatif pada beberapa indikator penting yang dinilai. Selain itu ada juga sektor yang tidak memenuhi persyaratan jumlah emiten yang berhak dinilai, yaitu minimal 3 kandidat.

Pemilihan pemenang mengacu pada setidaknya 9 persyaratan antara lain menilai kepatuhan emiten dalam mempublikasikan laporan keuangan tahun buku 2014. Selanjutnya, emiten tersebut sudah harus sudah tercatat di Bursa Eefek Indonesia (BEI) sebelum tahun 2014 dan tidak mendapat opini disclaimer dan/atau adverse dari akuntan publik. Perusahaan tersebut tidak boleh dalam posisi rugi pada laporan keuangan terakhir serta memiliki ekuitas minimal Rp 50 miliar.

Saham emiten tersebut harus tergolong aktif (selama periode 1 April 2014 – 31 Maret 2015 tidak boleh tidak ditransaksikan selama 10 pekan atau lebih) dan mampu menjaga ekuitas positif selama dua tahun terakhir. Pemegang saham suatu emiten yang dinilai disyaratkan minimal 300 pihak.

Dengan persyaratan-persyaratan tersebut, 507 emiten yang ada, hanya 246 emiten bisa diperingkat, sementara 261 lainnya dinyatakan tidak lolos seleksi tahap awal hingga diperoleh emiten terbaik 2015 untuk masing-masing sektor.

5 Emiten Terbaik 2015

Selain itu, terpilih pula lima perusahaan publik terbaik yang tercatat di Bursa Efek Indonesia (BEI) meraih Investor Awards 2015 dengan predikat ‘Top Performing Listed Companies 2015’ yaitu:
  1. PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk
  2. PT PP (Persero) Tbk
  3. PT Pakuwon Jati Tbk
  4. PT Tower Bersama Infrastructure Tbk
  5. PT Lippo Cikarang Tbk

Kelima perusahaan tersebut dinilai  memiliki kinerja fundamental yang solid dan memiliki likuiditas perdagangan yang tinggi sehingga mendorong kinerja saham-saham melaju tinggi selama periode April 2014 – Maret 2015.

Sumber : howmoneyindonesia.com

Daftar Saham Indeks LQ45 (Feb 2016 – Jul 2016)

Daftar saham yang masuk dalam perhitungan indeks LQ45 untuk periode Februari 2016 – Juli 2016 pada Bursa Efek Indonesia sesuai dengan pengumuman Bursa Efek Indonesia No.: Peng-00021/BEI.OPP/01-2016 tanggal 25 Januari 2016 adalah sebagai berikut:

No Kode Saham  Nama Saham Keterangan
1 AALI Astra Agro Lestari Tbk Tetap
2 ADHI Adhi Karya (Persero) Tbk Tetap
3 ADRO Adaro Energy Tbk Tetap
4 AKRA AKR Corporindo Tbk Tetap
5 ANTM Aneka Tambang (Persero) Tbk Baru
6 ASII Astra International Tbk Tetap
7 ASRI Alam Sutera Realty Tbk Tetap
8 BBCA Bank Central Asia Tbk Tetap
9 BBNI Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk Tetap
10 BBRI Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk Tetap
11 BBTN Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk Tetap
12 BMRI Bank Mandiri (Persero) Tbk Tetap
13 BMTR Global Mediacom Tbk Tetap
14 BSDE Bumi Serpong Damai Tbk Tetap
15 CPIN Charoen Pokphand Indonesia Tbk Tetap
16 GGRM Gudang Garam Tbk Tetap
17 HMSP H. M. Sampoerna Tbk Baru
18 ICBP Indofood CBP Sukses Makmur Tbk Tetap
19 INCO Vale Indonesia Tbk Tetap
20 INDF Indofood Sukses Makmur Tbk Tetap
21 INTP Indocement Tunggal Prakarsa Tbk Tetap
22 JSMR Jasa Marga (Persero) Tbk Tetap
23 KLBF Kalbe Farma Tbk Tetap
24 LPKR Lippo Karawaci Tbk Tetap
25 LPPF Matahari Department Store Tbk Tetap
26 LSIP PP London Sumatra Indonesia Tbk Tetap
27 MNCN Media Nusantara Citra Tbk Tetap
28 MPPA Matahari Putra Prima Tbk Tetap
29 MYRX Hanson International Tbk Baru
30 PGAS Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk Tetap
31 PTBA Tambang Batubara Bukit Asam (Persero) Tbk Tetap
32 PTPP PP (Persero) Tbk Tetap
33 PWON Pakuwon Jati Tbk Tetap
34 SCMA Surya Citra Media Tbk Tetap
35 SILO Siloam International Hospital Tbk Tetap
36 SMGR Semen Indonesia (Persero) Tbk Tetap
37 SMRA Summarecon Agung Tbk Tetap
38 SRIL Sri Rejeki Isman Tbk Tetap
39 SSMS Sawit Sumbermas Sarana Tbk Tetap
40 TBIG Tower Bersama Infrastructure Tbk Tetap
41 TLKM Telekomunikasi Indonesia (Persero) Tbk Tetap
42 UNTR United Tractors Tbk Tetap
43 UNVR Unilever Indonesia Tbk Tetap
44 WIKA Wijaya Karya (Persero) Tbk Tetap
45 WSKT Waskita Karya (Persero) Tbk Tetap

Sedangkan daftar saham yang masuk dalam perhitungan indeks LQ45 periode lalu dan dikeluarkan dari perhitungan indeks LQ45 periode ini adalah sebagai berikut:

No Kode Saham Nama Saham
1 EXCL XL Asiata Tbk
2 ITMG Indo Tambangraya Megah Tbk
3 WTON Wijaya Karya Beton Tbk

Sebagai catatan, Indeks LQ45 adalah salah satu indeks saham yang ada pada Bursa Efek Indonesia yang menghitung indeks harga rata-rata 45 saham yang memenuhi kriretia berkapitalisasi pasar terbesar dan mempunyai tingkat likuiditas nilai perdagangan yang tinggi. Indeks LQ45 diluncurkan pada bulan Februari 1997 dan dievaluasi setiap enam bulan sekali.

Sumber: Bursa Efek Indonesia